Surabaya, posdewan com – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Fuad Benardi, menyoroti kerusakan yang terjadi di Taman Apsari Surabaya usai pesta rakyat peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI yang digelar Pemprov Jatim. Ia meminta agar penyelenggaraan kegiatan serupa ke depan tidak sampai mengorbankan fasilitas umum.
Menurut Fuad, taman kota dibangun dengan dana besar dari APBD. Karena itu, kerusakan fasilitas publik akibat acara pemerintah tidak bisa dianggap sepele.
“Saya tahu betul bahwa taman-taman di Surabaya, terutama Taman Apsari, menggunakan dana rakyat yang jumlahnya tidak sedikit. Bahkan bisa mencapai ratusan juta rupiah,” jelasnya.
Ia menegaskan, Pemprov Jatim harus mempertimbangkan aspek keselamatan dan kondisi lingkungan sebelum menggelar kegiatan besar. Hal ini dinilai penting agar pesta rakyat tetap meriah tanpa merusak ruang publik.
Selain itu, Fuad juga menekankan peran event organizer (EO) dalam setiap penyelenggaraan acara. Menurutnya, EO tidak boleh lepas tangan dan wajib bertanggung jawab penuh terhadap pengondisian lokasi kegiatan.
“EO harus benar-benar memperhatikan kondisi lokasi penyelenggaraan. Kalau sampai ada kerugian, mereka juga harus bertanggung jawab untuk membayar atau mengganti kerusakan,” tegasnya.
Fuad menambahkan, ada sejumlah acara pemerintah di Balai Kota Surabaya maupun di lokasi lain yang dapat berlangsung meriah namun tetap aman tanpa menimbulkan kerusakan fasilitas. Dari pengalaman itu, ia berharap penyelenggaraan acara di kemudian hari bisa lebih tertib dan ramah lingkungan.

