Kaesang Pangarep Kembali Terpilih Jadi Ketum PSI, Josiah Michael: Karena Kepemimpinannya, Bukan Semata Jokowi Efek

Surabaya, posdewan.com – Kongres pertama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan sistem one man one vote telah menetapkan kembali Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum. Keputusan ini, menurut ketua Fraksi PSI DPRD Kota Surabaya, Michael, merupakan bentuk kepercayaan kader terhadap kinerja dan kepemimpinan Kaesang, bukan semata karena statusnya sebagai putra Presiden Jokowi.

“Kaesang memang bukan tokoh yang diusulkan, tapi mendaftarkan diri dan memenuhi dukungan dari sejumlah DPW dan DPD. Jadi, ini murni dari mekanisme internal partai yang demokratis,” ujar Michael saat diwawancarai.

Michael menjelaskan bahwa pemilihan Kaesang sebelumnya berbeda dengan kongres saat ini. Dahulu, penunjukan dilakukan melalui rapat DPW. Namun, pada kongres kali ini seluruh anggota memiliki hak suara secara langsung. “Kami gunakan sistem one man one vote. Jadi bukan sistem perwakilan. Hasilnya, Kaesang menang dengan suara mayoritas lebih dari 60 persen,” ungkapnya.

Meski sempat disorot karena dinilai belum memiliki pengalaman birokrasi, Michael menilai Kaesang mampu membawa perubahan signifikan dalam waktu singkat. “Tiga bulan sebelum pemilu nasional, di bawah kepemimpinannya, kami merasakan perubahan luar biasa. Misalnya di Surabaya, suara PSI naik dari 60 ribu menjadi 160 ribu. Itu bukan angka kecil,” katanya.

Ketika ditanya apakah kemenangan Kaesang semata karena “Jokowi Efek”, Michael membantah tegas. “Jokowi dan Kaesang masing-masing punya nilai 100 persen. Tapi tidak bisa disamakan. Kaesang punya kapabilitas sendiri yang kami rasakan sebagai kader. Jadi bukan hanya karena anak Presiden,” tegasnya.

Soal arah kepemimpinan ke depan, Michael berharap Kaesang dapat memanfaatkan masa jabatan yang lebih panjang untuk memperkuat struktur dan kaderisasi partai. “Kalau periode lalu kita hanya punya waktu singkat, sekarang kita punya cukup waktu untuk membuktikan diri lebih jauh, sampai 2029,” imbuhnya.

Terkait isu Dewan Pembina yang punya hak veto, Michael menyebut isu itu hanya dibesar-besarkan pihak luar. “Kami di internal PSI nggak pernah mempermasalahkan itu. Bahkan belum pernah terjadi sampai hari ini. Kalau memang peduli, ayo gabung PSI, jangan cuma komentar dari luar,” ujarnya.

Ketika ditanya soal kemungkinan Kaesang menjabat ketua umum dalam waktu lama, Michael menyebut tidak perlu ada pembatasan periode dalam struktur partai. “Selama dia bisa membawa partai menjadi lebih baik dan anggota tetap memilihnya, kenapa tidak? Ini beda dengan jabatan pemerintahan yang harus dibatasi,” katanya.

Menutup wawancara, Michael juga menyinggung peluang PSI Surabaya untuk mengusung kader sendiri dalam Pilkada. “Keinginan pasti ada. Tapi kita juga harus realistis menghitung peluang menang. Politik bukan sekadar maju, tapi juga soal strategi,” tutupnya.

Mungkin Anda Menyukai