SURABAYA , posdewan.com— SMA Trimurti Surabaya terus memperluas model pendidikan dengan memberikan perhatian tidak hanya pada prestasi akademik, tetapi juga kemampuan nonakademik yang dibutuhkan siswa ketika memasuki dunia profesional.
Di usia ke-72 tahun, sekolah yang berdiri sejak 8 Agustus 1954 tersebut mengembangkan program Signature sebagai salah satu upaya memperkuat soft skill peserta didik.
Kepala SMA Trimurti Surabaya, Syarif Andri Setyawan, S.kom. menjelaskan program tersebut lahir dari pemahaman bahwa keberhasilan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh capaian akademik.
“Kesuksesan seseorang tidak bisa ditentukan hanya sekadar dari prestasi akademiknya, tetapi juga dari prestasi yang kita sebut dengan soft skill,” ujarnya.
Melalui Signature, siswa diberikan kebebasan untuk memilih bidang sesuai minat dan bakat. Program tersebut antara lain mencakup jalur penelitian, internship dan creative track.
Pada jalur penelitian, siswa diarahkan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas serta kemampuan mencari solusi atau problem solving.
Sementara jalur internship memberikan pengalaman dan pemahaman mengenai dunia kerja. Siswa tidak hanya dikenalkan dengan aktivitas pekerjaan, tetapi juga dibekali pemahaman mengenai etika profesional.
“Mereka akan belajar tentang etiket pekerjaan, prinsip-prinsip bekerja, bagaimana beretika secara profesional ketika melakukan lamaran, menghadapi wawancara dan ketika bekerja itu sendiri,” imbuh Syarif.
Menurutnya, pembekalan tersebut penting agar siswa memiliki kesiapan sejak dini sebelum benar-benar memasuki lingkungan profesional.

Sementara itu, siswa yang memiliki ketertarikan pada dunia kreatif dapat memilih creative track.
Program tersebut memberikan ruang bagi siswa yang tertarik mengekspresikan diri melalui media sosial, komunikasi publik maupun entertainment seperti menjadi MC.
Siswa akan belajar mengenai cara membawa diri, personal branding, cara berpakaian, komunikasi dan kemampuan bekerja secara mandiri.
“Ke depannya diharapkan anak-anak yang mengambil creative track ketika berada dalam suatu kegiatan bisa menjadi orang yang mampu mengarahkan kegiatan dan membuat kegiatan menjadi lebih meriah,” jelasnya.
Pengembangan soft skill tersebut menjadi bagian dari visi sekolah untuk menyiapkan siswa agar tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Hal itu juga tercermin dalam peringatan “72 Trimurti – Moment of Legacy”. Berbagai kegiatan kreativitas siswa menjadi ruang bagi peserta didik untuk menunjukkan bakat dan keberanian tampil.
Selain kegiatan kreativitas, perayaan HUT juga diwarnai aksi sosial berupa donor darah sebagai bentuk kepedulian keluarga besar sekolah terhadap masyarakat.
Memasuki usia ke-72, SMA Trimurti berkomitmen terus mengembangkan program pendidikan yang dapat memberikan manfaat maksimal bagi peserta didik.
“Kami berharap program penguatan karakter, penguatan prestasi dan penguatan soft skill dapat berjalan dengan baik sehingga anak-anak bisa merasakan manfaat yang maksimal,” tutur Syarif.

Dengan bekal tersebut, sekolah berharap para siswa dapat melanjutkan pendidikan ke universitas yang dicita-citakan sekaligus memiliki kesiapan untuk mencapai profesi yang mereka impikan.

